Beranda Post Ini Fakta Bukan Hayalan, Pelajar Aceh Kembali Sabet Medali di Ajang Internasional

Ini Fakta Bukan Hayalan, Pelajar Aceh Kembali Sabet Medali di Ajang Internasional

16
SHARE
Ini Fakta Bukan Hayalan, Pelajar Aceh Kembali Sabet Medali di Ajang Internasional

Meunan News, Com. BANDA ACEH - Tak perlu diragukan lagi kualitas pelajar Aceh saat ini, buktinya 5 (lima) pelajar Aceh dari SMAN 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam kembali meraih prestasi dengan menyumbangkan satu medali perak dan dua medali perunggu bagi Indonesia.

Tidak tanggung- tanggung kelima siswa tersebut mewakili Indonesia pada ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia.

International Invention and Innovation Competition (InIIC) 2020 merupakan ajang bergengsi tingkat Internasional bagi seluruh cendekiawan muda bertalenta dalam bidang penelitian inovatif.

Pada tahun ini, InIIC mengusung tema "Changing Lives in Brilliant Ways" dengan berbagai jenjang penelitian mulai dari jenjang pelajar, mahasiswa, dosen maupun peneliti profesional dari seluruh dunia.

Adapun kelima siswi Aceh itu tergabung dalam tiga tim dan berhasil meraih tiga medali, yaitu untuk medali perak diraih Dita Ariyani dan Wahdana Apriyani sedangkan dua medali perunggu dipersembahkan Asiah dan Nabila Gajah serta Dwinta Nurul Fadillah Bintang.

Ketiga tim peneliti asal tanah rencong ini harus bersaing dengan 150 inventor dari berbagai negara seperti Taiwan, Thailand, Singapura, India, Korea, Vietnam, Hongkong, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan negara lainnya.

Dalam melakukan penelitiannya, mereka dibimbing oleh Kepala SMAN 1 Simpang Kiri, Sukri, MM dan Guru Pembimbing, Chandra Halim, S.Si serta pembimbing dari Indonesia Scientific Society (ISS), Dr. Arie Hardian, M.Si.

ISS merupakan wadah bagi peneliti muda Indonesia yang bergerak dalam pembinaan serta memfasilitasi pelajar, mahasiswa dan profesional untuk mengikuti kompetisi tingkat Internasional.

Menyahuti sukses yang diraih ke lima siswa itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA didampingi Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T Fariyal MM kepada media, Senin (2/11/2020) menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian prestasi pelajar Aceh pada kompetisi tingkat Internasional.

"Prestasi ini kami yakini merupakan ikhtiar bersama antara pihak ISS sebagai tim penyeleksi serta pembimbing bagi perwakilan Indonesia di ajang Internasional ini," ungkapnya.

Selain itu katanya, juga karena dukungan dari pihak kepala sekolah, guru, pengawas, cabang dinas pendidikan, orang tua dan siswa itu sendiri.

Rahmat Fitri selaku Kadisdik Aceh tentu sangat bersyukur karena satu persatu sekolah di Aceh mulai menunjukan prestasinya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

InIIC kompetisi yang bergerak di bidang inovasi dan solusi dalam mengatasi masalah Menurutnya, ini merupakan salah satu tolak ukur adanya peningkatan mutu pendidikan Aceh.

"Alhamdulillahirabbil alamin, dengan lahirnya prestasi- prestasi siswa dan siswi dari satuan pendidikan di penjuru Aceh.

Maka ini menandakan mulai terjadi pemerataan mutu pendidikan antar daerah-daerah yang ada di seluruh Aceh," ujar pria yang akrab disapa Haji Nanda.

Kadisdik juga menyampaikan ucapan terima kasih atas seluruh dukungan para pihak yang terlibat didalamnya, baik secara moril, materil, dan waktu dalam melakukan penelitian tersebut.

"InIIC merupakan sebuah kompetisi yang bergerak di bidang inovasi yang bertujuan untuk mencari ide atau solusi yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan dalam berbagai bidang seperti pangan, teknologi, pendidikan, kesehatan dan lainnya," jelasnya.

Rachmat berharap hasil penelitian yang dilakukan oleh siswi-siswi tersebut dapat terus dikembangkan dan kelak bisa menjadi salah satu solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Sekaligus dapat memotivasi pelajar lainnya agar dapat memacu diri dalam mengembangkan bakat dan minatnya untuk berprestasi.

"Kita berharap inovasi dari peneliti muda ini dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Karena produk yang dihasilkan ini sudah mendapat pengakuan dari dunia," pintanya.

(tgk Husnan)