Beranda Post Diduga Cabuli 6 Siswi, Oknum Guru Kontrak Ditangkap di Banda Aceh

Diduga Cabuli 6 Siswi, Oknum Guru Kontrak Ditangkap di Banda Aceh

84
SHARE
Diduga Cabuli 6 Siswi, Oknum Guru Kontrak Ditangkap di Banda Aceh

Banda Aceh - Polisi menangkap SB (39), seorang guru kontrak di salah satu sekolah dasar di Banda Aceh. Dia diduga telah mencabuli enam siswi di sekolah itu.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto mengatakan, kasus itu terungkap dari laporan orang tua korban.

“Korbannya berusia antara 8 hingga 12 tahun dan aksi pencabulan itu dilakukan tersangka di ruang belajar dan kamar mandi sekolah,” kata Trisno didampingi Kasat Reskrim AKP M Taufiq, Rabu (27/11/2019).

Menurut Trisno, dalam melancarkan aksinya, oknum guru kontrak yang membidangi pelajaran Diniyah itu mengiming-imingi korban uang untuk jajan.

“Ada bujuk rayu dan paksaan,” ujar Trisno Riyanto.

Trisno menceritakan tindakan pencabulan yang dilancarkan terhadap salah satu korban, sebut saja Bunga. “Saat itu korban duduk paling belakang. Setelah pelajaran usai, SB duduk di samping korban dan meminta Bunga untuk membaca dan menghafal kitab,” kata Trisno.

“Pada saat itulah pelaku SB melakukan aksi jahatnya terhadap korban dengan cara menarik rok korban ke atas, sehingga korban dengan leluasa meraba tubuh korban."

Tidak sampai itu saja, SB juga melepaskan celana dalam milik korban, dan menyuruh korban untuk menyimpannya di dalam tas.

“Pelaku juga membisikkan: jangan bilang sama keluarga ya, nanti bapak kasih uang,” ungkap Trisno.

Kemudian korban diberikan uang Rp 5 ribu oleh pelaku SB dan pelaku kemudian memegang tangan korban dan melakukan aksinya.

“Selanjutnya pelaku memegang bagian vital korban,” kata Trisno.

Pada saat jam pelajaran telah berakhir, lanjut Trisno, korban hendak ke kamar mandi.

Namun SB ternyata membututi korban dan kembali melancarkan aksinya.

“Pelaku melakukan aksi jahatnya bukan pada hari itu saja, namun dilakukan pada hari yang berbeda, ini dilakukan pada saat berlangsungnya jam pelajaran,” kata Trisno lagi.

Untuk penanganan para korban, menurut Trisno, pihaknya bekerja sama dengan pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Korban akan mendapatkan konseling dan pendampingan.

Polisi juga menyita barang bukti berupa sepasang seragam sekolah, sehelai celana dalam anak warna hitam, selembar uang Rp 5 ribu. Selain itu, polisi juga dikuatkan bukti dengan Visum Et Revertum dari dokter.

“Pelaku SB dipersangkakan dengan Pasal 82 ayat 2 dan 3 UU NOMOR 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 dan UU Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman selama 5 tahun kurungan penjara,” tutur Trisno.

“Karena pelaku merupakan seorang pengayom dan pendidik, maka hukumannya ditambah dengan 1/3 dari hukuman pokok.”pungkasnya.

Sumber : Beritakini.co